Silakwil ICMI Banten Dan Upaya Meretas Generasi Emas di Tahun 2045

Oleh : Adung Abdul Haris

I. Pendahuluan

Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) Orwil Banten menggelar acara Silaturahmi Kerja Wilayah atau Silakwil tahun 2025 di Aula Pendopo Gubernur Provinsi Banten, yaitu pada hari Rabu 26 Febuari 2025. Acara tersebut menjadi momentum sangat penting bagi ICMI Orwil Banten, karena secara substantif untuk memperkuat sinergitas, mengeratkan persaudaraan, dan sekaligus merumuskan program kerja yang lebih strategis untuk tahun 2025 pada khususnya dan untuk jangka panjang pada umumnya. Bahkan, idealisme maupun program kerja yang disusun (dirumuskan) pada acara Silakwil ICMI Orwil Banten 2025, yaitu lebih berprosoektif pada proses urgensitas untuk “Meretas Generasi Emas di Tahun 2045”. Mengingat di tahun 2045 yang akan datang, saat itu Indonesia memang genap 100 tauhun, atau genap satu abad. Bahkan saat itu (2045) Indonesia pada realitanya mendapatkan bonus demografi. Mengingat usia produktif bagi generasi bangsa ini kurang lebih mencapai 70%. Oleh karena itu, dalam program kerja yang disusun di acara Silakwil IMCI Orwil Banten tahun 2025, sepengetahuan penulis (mengingat penulis juga sebagai anggota komisi B/komisi rekomendasi pada acara Silakwil ICMI itu), dan program kerja yang diprioritaskan di acara Silakwil itu pada soal peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), hal itu juga guna menyongsong generasi emas tahun 2045. Lebih dari itu, semua rekomendasi (dan termasuk penulis sendiri ketika diacara Silakwil itu kebetulan berada di Komisi B, yaitu komisi rekomendasi, dan untuk selanjutnya rekomendasi tersebut akan disampaikan ke  pihak para pemangku kepentingan/Pemda Provinsi Banten). Sekali lagi secara substantif, bahwa hasil rekomendasi hasil Silakwil ICMI Orwil Banten tahun 2025, dititikberatkan pada penyiapan dan kesiapan Pemda Provinsi Banten untuk menyongsong generasi muda yang literat, bisa berkompetitif di kancah global, demi terwujudnya generasi emas di tahun 2045.

Sementara Ketua ICMI Orwil Banten, Ir. Eden Gunawan, menegaskan bahwa Silakwil kali tahun 2025 bertujuan untuk mempererat hubungan antar anggota dan pengurus agar semakin solid dalam menjalankan visi dan misi organisasi. “Alhamdulillah, acara ini berjalan dengan lancar. Kami sengaja mengumpulkan para pengurus agar persaudaraan semakin kuat dan solid,” ujar Ir. Eden Gunawan pada isi sambutannya di kepada Silakwi itu. Selain memperkuat hubungan internal pengurus dan anggota ICMI Banten, diacara Silakwi juga mencoba merumuskan program prioritas tahun 2025, terutama proses penguatan dibidang literasi, SDM dan ekonomi keumatan. Oleh karena itu, Ir. Eden Gunawan menjelaskan bahwa program kerja yang dijalankan harus memiliki dampak positif serta nyata dan segera bisa direalisasikan, terutama dalam konteks untuk memperkuat hubungan dengan pemerintah daerah. “Prioritas kami di tahun 2025 adalah membangun komunikasi yang lebih erat dan sinergis dengan pemerintah, serta memberfokus diri pada proses peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Sementara soal SDM ini memang menjadi kewajiban utama bagi kami,” papar Ketua ICMI Orwil Banten dalam kata sambutannya diacara Silakwil itu. Guna untuk mendukung langkah tersebut, Wakil Gubernur Banten, Ahmad Dimyati Natakusuma, diacara Silakwil ICMI Orwil Banten menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh program-program ICMI yang bermanfaat bagi masyarakat. “Kami akan mendukung sepenuhnya setiap program yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Acara Silakwil ICMI Banten 2025, turut dihadiri pula oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Banten, Forkopimda Kota Serang, Wakil Gubernur Banten, serta sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan lainnya. Bahkan, dengan agenda yang telah dirancang, ICMI Banten optimis dapat memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah, terutama dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan ICMI Orwil Banten berusaha semaksimal mungkin untuk bersinergi dengan pihak pemerintah.

II. Kolaborasi ICMI Banten Dengan Pihak Pemerintah, Demi Terwujudnya Banten Yang Lebih Maju Dan Berintegritas

Sebagaimana telah dikemukakan diatas, bahwa pada hari Rabu, 26 Februari 2025, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah (Orwil) Banten mengadakan Silaturahmi Kerja Wilayah (Silakwil) di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang. Acara tersebut dihadiri oleh para  cendekiawan, akademisi, dan tokoh masyarakat Banten. Lebih dari itu. Bahkan secara substantif, acara Silakwil bertujuan untuk memperkuat peran ICMI Banten dalam konteks pembangunan daerah. Hal itu juga sebagaimana disampaikan oleh Ketua ICMI Orwil Banten, Ir. Enden Gunawan, yakni betapa pentingnya kolaborasi antara cendekiawan Muslim dan pihak pemerintah daerah untuk sama-sama mewujudkan Banten yang jauh lebih maju dan berintegritas. Beliau juga mengajak seluruh anggota ICMI untuk terus berkontribusi aktif dalam berbagai sektor pembangunan, khususnya dalam soal urgensiras literasi demi mencerdaskan anak bangsa dan demi kemajuan negeri tercinta ini. Dengan terwujudnya generasi yang literat, maka proses peningkatan kualitas pendidikan dan pemberdayaan ekonomi umat juga lambat laun akan tercapai. Sementara menurut panitia pelaksana (Mahmud), ICMI Banten selalu ingin memberikan dampak positif bagi warga Banten khususnya. “Kami ingin terus mengoptimalkan berbagai komponen secara berkelanjutan dan strategis. Alhamdulillah, program di ICMI tetap berjalan dengan baik tanpa hambatan yang berarti”. Tuturnya.

Sementara menurut Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusuma, bahwa ICMI Banten bisa bersinergi dan sekaligus bisa berdampingan dalam proses melaksanakan Visi dan Misi Provinsi Banten yang menjadi sebuah perencanaan. “Buatlah produk yang bersifat intelektual, dan produk tersebut merupakan hasil aspirasi dari masyarakat,” ujarnya. Sementara acara Silaturahmi Kerja Wilayah (Silakwil) tahun 2025, digelar di Aula Pendopo Gubernur Provinsi Banten. Sementara agenda Silakwil itu sendiri sangat penting, hal itu demi memperkuat kohesi sosial serta untuk merekatkan tali silaturahmi antara pengurus dan anggota ICMI Orwil Banten. “Alhamdulillah, acara ini berjalan dengan lancar. Sengaja kita kumpulkan para pengurus dan anggota ICMI Orwil Banren, agar persaudaraan kita semangkin kuat dan solid,” ujar Ketua ICMI Orwil Banten, Ir. Enden Gunawan, dalam paparannya diacara Silakwil yang berlangsung di hari Rabu kemaren itu.

Sementara terkait program ICMI Orwil Banten di tahun 2025, memang secara realitas faktual dititik-beratkan pada soal pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). “Prioritas program kerja ICMI Banten untuk 2025, kita akan ada pendekatan terlebih dahulu kepada pihak pemerintah, dan kita juga akan prioritaskan program kerja tersebut pada soal peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang sekaligus menjadi inti pokok bahasan diacara Silskwil tahun 2025 ini”, ujar Ir. Eden Gunawan, diacara sambutan yang berlangsung di Pendopo Kantor Gubernur Banten itu. Sementara itu, Wakil Gubernur Banten, Ahmad Dimyati Natakusuma mengatakan pihaknya, akan men-support seluruh program ICMI Banten. “Kami akan mendukung sepenuhnya program yang sekiranya bersifat bermanfaat bagi kita semua,” tuturnya.

Bahkan, diacara yang sangat urgen, khususnya bagi internal pengurus dan anggota ICMI, Ketua ICMI Orwil Banten, Ir. Eden Gunawan, beliau meminta pihak Pemprov Banten agar terus menggandeng ICMI Orwil Provinsi Banten untuk memanfaatkan berbagai  keahlian yang dimiliki oleh para pengurus dan anggota ICMI. Apalagi, program kerja yang disusun ICMI Orwil Provinsi Banten juga sesuai (senapas) dengan program prioritas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Banten. Lebih dari itu, menurut Ir. Eden Gunawan, bahwa keberadaan pengurus dan anggota ICMI Orwil Provinsi Banten, pada realitanya hingga saat ini banyak memiliki kahlian di bidangnya masing-masing, yakni mulai dari bidang kehumasan, pertanian, literasi dan kependidikan, hingga dibidang pertambangan.

Karena itu, ICMI Orwil Provinsi Banten siap untuk berkolaborasi dengan Pemprov Banten di bawah kepemimpinan kepala daerah dan wakil kepala daerah yang baru.

Sementara menyangkut soal integritas dan bebas dari korupsi khususnya di internal birokrasi (ASN) yang ada di wilayah Provinsi Banten, hal itu sebagaimana ditegaskan oleh Wakil Gubernur Banten, Ahmad Dimyati Natakusumah, dan sekaligus juga ada relevansinya dengan tema yang diusung pada Silakwil ICMI Orwil Banten tahun 2025, yitu bertemakan “Peran ICMI Banten Untuk Mensukseskan Banten Maju, Adil Makmur, Tidak Korupsi”.

Soal integritas dan bebas dari korupsi menurut Wakil Gubernur Banten, Ahmad Dimyati Natakusuma, bahwa integritas dan bebas dari KKN itu tergantung dari hati, alias tergantung pada niatnya. Dengan kata lain, bahwa birokrasi dan aparatur Pemerintah Provinsi Banten harus berintegritas. Ungkap Wagub Banten, Dimyati Natakusuma diacara Silaturahmi Kerja Wilayah (Silakwil) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Organisasi Wilayah (Orwil) Provinsi Banten, yang berlangsung di Pendopo Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang. “Syukur alhamdulillah kami hadir di Silakwil ICMI Orwil Provinsi Banten. Mudah-mudahan kita diberikan keberkahan, diberikan kesehatan lahir dan batin,” ungkapnya.

Lebih dari itu, Wakil Gubernur, Dimyati Natakusuma, beliau  juga mengungkapkan bahwa perintah dirinya kepada seluruh aparatur Pemprov Banten, yaitu mulai dari Sekretaris Daerah ke bawah untuk berintegritas. “Integritas tergantung dari pribadinya. Yakni, dimulai dari bagaimana membangun visi, misi dan sebuah perencanaan yang matang,” ucap Dimyati. Wagub Banten juga tidak mau adanya suap menyuap. Tidak boleh ada KKN. “Saya mau main bersih,” tegas Wagub Dimyati Natakusuma. Lebih dari itu, ia juga menekankan dalam perencanaan, penganggaran, pengadaan, pelaksanaan, hingga pengawasan pada program kegiatan memang harus dilakukan dengan baik. Sehingga saat pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tidak ditemukan berbagai temuan. Dan oleh karena itu, dalam proses rekrutmen Pemprov Banten juga harus terus memperhatikan sistem merit. Yaitu, harus sesuai dengan jabatan dan jabatan, dan termasuk soal transparansi pada program kegiatan di Pemprov Banten.

Tampak hadir diacara Silakwil ICMI Banren tahun 2025, yaitu dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Banten dan para tamu undangan. Lebih dari itu, silakwil juga diramaikan oleh Bazar UMKM Kriya Khas Provinsi Banten di area teras belakang Pendopo Gubernur Banten. Sementara Silakwil itu sendiri merupakan inplementasi dari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga ICMI yang mengamanahkan bahwa organisasi wilayah ICMI harus menggelar Silakwil dalam rangka menyebarkan program secara rutin dan melakukan konsolidasi serta koordinasi terhadap isu dan kepentingan umum. Silakwil ICMI juga diamahkan untuk menghadirkan perwakilan pengurus Pusat ICMI, pengurus Daerah tingkat Kota Kabupaten, dan pengurus Wilayah itu sendiri (Orwil) dan Badan Otonom ICMI.

III. Apa Yang Dimaksud Indonesia Emas 2045?

Pada perayaan 100 tahun kemerdekaan RI di tahun 2045, muncul gagasan Indonesia Emas 2045. Lalu, apa maksud Indonesia Emas Tahun 2045 Itu? Pada tahun 2045, Indonesia akan merayakan satu (1) abad atau 100 tahun kemerdekaan. Oleh karena itu memunculah sebuah gagasan Indonesia Emas 2045. Dari gagasan itu pula, muncul juga istilah Generasi Emas 2045.

A. Pengertian Indonesia Emas 2045

Indonesia Emas 2045 adalah di usia 100 tahun kemerdekaan RI, dan Indonesia saat itu (2045) akan mewujudkan visi menjadi negara nusantara berdaulat, maju, dan berkelanjutan. Bahkan di tahun 2045, jumlah penduduk Indonesia diperkirakan mencapai 324 juta, terbesar keenam di dunia. Namun, mimpi dan cita-cita bangsa kita ini akan tercapai dengan kerja keras, inovasi, dan terobosan. Karena, langkah reformasi saja nampaknya tidak cukup, melainkan harus melakukan transformasi total. Industrialisasi tidak hanya hilirisasi, tetapi akan mendorong hilirisasi berbahan baku terbarukan.

Sementara industrialisasi juga diarahkan pada industri padat karya terampil, dan industri padat teknologi dan inovasi, seperti industri kedirgantaraan, industri pertahanan, dan industri bio teknologi yang menghasilkan paten Indonesia kelas dunia sehingga peranan sektor industri kepada PBB mencapai 30 persen. Industrialisasi juga diarahkan untuk ketahanan panen berkelanjutan. Industrialisasi didorong dengan digitalisasi sehingga bahasa “coding” menjadi kurikulum pokok sejak kelas 1 SD. Pendidikan vokasi dan “science, technology, engineering, art, mathematics” (STEAM) harus berkualitas dan tenaga kerja Indonesia menjadi pekerja cerdas, yaitu bergeser ke sektor produktif dan mencapai masyarakat “middle income class” dengan pendapatan per kapita tinggi.

B. Generasi Emas

Sementara itu, apa yang dimaksud dengan Generasi Emas? Generasi Emas 2045 adalah sebuah wacana, dan gagasan dalam rangka mempersiapkan para generasi muda Indonesia yang berkualitas, berkompeten, dan berdaya saing tinggi. Diseminasi ide tersebut dilakukan untuk menginsfirasi generasi muda agar lebih bersemangat dalam belajar dan berkarya di segala bidang. Sementara untuk mencapai target Indonesia Emas 2045 dapat diwujudkan apabila generasi muda bangsa ini memiliki kompetensi, kreativitas, dan inovasi yang tinggi. Pada tahun 2045, Indonesia diperkirakan akan mendapatkan bonus demografi, yaitu jumlah penduduk Indonesia 70 persennya dalam usia produktif (15-64 tahun). Sementara sisanya, yakni 30 persen merupakan penduduk yang tidak produktif (usia di bawah 14 tahun dan di atas 65 tahun) pada periode tahun 2020-2045. Jika bonus demografi itu tidak dimanfaatkan dengan baik, maka hal itu akan membawa dampak buruk terutama masalah sosial seperti kemiskinan, kesehatan yang rendah, pengangguran, dan tingkat kriminalitas yang tinggi.
Melihat dari fakta yang akan dihadapi Indonesia tersebut, maka bonus demografi memang tidak bisa dihindari. Generasi yang cerdas dan mau menerima perubahan harus diterapkan sejak dini menuju impian Indonesia menjadi generasi emas 2045.

C. Visi Dan Tahapan Pembangunan Indonesia Emas 2045

Visi Indonesia Emas 2045 adalah “Menjadi Negara Nusantara Berdaulat, Maju, dan Berkelanjutan.” Visi tersebut akan dicapai melalui empat tahapan yang penting sebagai berikut ini : Tahap 1: Penguatan fondasi transformasi 2025-2029. Tahap 2 : Akselerasi transformasi 2030-2034. Tahap 3 : Ekspansi global 2035-2039. Tahap 4 : Perwujudan Indonesia Emas 2040-2045. Demikian sekilas pembahasan untuk menjelaskan apa maksud Indonesia Emas 2045 dilengkapi dengan penjelasan Generasi Emas 2045, serta visi dan tahapan pembangunan Indonesia Emas 2045. Jadi, Indonesia Emas 2045 adalah perayaan 100 tahun atau usia emas kemerdekaan Indonesia. Di tahun tersebut, Indonesia akan mewujudkan visi menjadi negara nusantara berdaulat, maju, dan berkelanjutan.

D. Generasi Emas Tahun 2045 (Kontribusi Anak Muda Berpendidikan)

Generasi Emas 2045, hal itu merujuk kepada generasi yang diharapkan menjadi pemimpin bangsa Indonesia pada tahun 2045. Generasi muda pada saat itu (2045) diinginkan memiliki karakteristik seperti energik, multitalenta, aktif, dan spiritual.
Sementara proses persiapan generasi emas 2045, memang melibatkan pembangunan kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ), yaitu sebagai landasan utamanya. Tujuan dari persiapan generasi emas 2045 adalah untuk menciptakan pemimpin-pemimpin yang mampu menghadapi berbagai tantangan dan membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik. Tahun 2045 menjadi penting bagi Indonesia karena pada tahun tersebut akan diperingati 100 tahun kemerdekaan Indonesia. Peringatan itu merupakan momentum bersejarah yang menandai satu abad perjalanan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan. Hal itu menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk merayakan prestasi, mengenang perjuangan para pahlawan, serta merumuskan visi dan misi baru untuk masa depan yang jauh lebih baik.

Persiapan generasi emas 2045 juga menjadi krusial dalam memastikan bahwa Indonesia memiliki pemimpin-pemimpin yang mampu membawa bangsa ini ke arah kemakmuran dan kesejahteraan yang lebih besar. Bahkan, kontribusi anak muda berpendidikan sangat penting dalam konteks untuk mewujudkan visi Indonesia menuju Generasi Emas 2045. Sementara menurut data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, partisipasi pendidikan di Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2020, tingkat partisipasi pendidikan di tingkat Sekolah Dasar (SD) mencapai 99,73%, tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) mencapai 96,67%, dan tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) mencapai 82,54% 8. Hal itu telah menunjukkan upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi generasi muda Indonesia.

Sedangkan anak muda yang memiliki pendidikan yang baik memiliki potensi untuk menjadi pemimpin masa depan yang kompeten, inovatif, dan bertanggung jawab. Mereka diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam berbagai bidang seperti ekonomi, sosial, budaya, dan politik. Bahkan dengan pendidikan yang berkualitas, maka anak muda kita dapat mengembangkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual yang diperlukan untuk menghadapi tantangan zaman. Mereka juga dapat menjadi agen perubahan yang membawa inovasi, pemikiran kritis, dan solusi kreatif dalam mengatasi berbagai masalah yang dihadapi oleh bangsa kita. Selain itu, anak muda berpendidikan juga dapat menjadi contoh teladan bagi generasi selanjutnya dalam nilai-nilai seperti integritas, kerja keras, kejujuran, dan semangat untuk terus belajar dan berkembang. Dengan demikian, kontribusi anak muda berpendidikan sangat vital dalam membangun fondasi yang kuat untuk mencapai visi Indonesia sebagai Generasi Emas pada tahun 2045.

Sebagaimana relah dikemukakan diatas, pada tahun 2045, Indonesia genap satu abad, yakni sejak kemerdekaan tahun 1945. Pada tahun itu (2045), ditargetkan Indonesia sudah menjadi negara maju, modern, dan mampu sejajar dengan negara-negara maju di dunia. Hal itu menjadi salah satu alasan munculnya gagasan tentang Generasi Emas 2045, atau menuju Indonesia Emas 2045. Ksrena, 100 tahun identik dengan istilah usia emas. Artinya, Indonesia akan mencapai usia emas satu abad pada 2045.

Generasi Emas 2045 adalah gagasan dalam rangka untuk mempersiapkan para generasi muda Indonesia yang berkualitas, berkompeten, dan berdaya saing tinggi. Pada tahun 2045, Indonesia diperkirakan akan mendapatkan bonus demografi. Di mana 70 persen jumlah penduduk Indonesia berada dalam usia produktif (15-64 tahun), sedangkan 30 persen sisanya berusia di bawah 14 tahun dan diatas 65 tahun.Jika bonus demografi itu dapat dimanfaatkan dengan baik, hal itu tentunya dapat membawa dampak baik dalam kemajuan bangsa, yaitu generasi yang cerdas dan mau menerima perubahan, dan hal itu juga harus diupayakan sejak dini menuju impian Indonesia menjadi Generasi Emas 2045, yang parameternya adalah : Memiliki kecerdasan yang komprehensif, yakni produktif, inovatif. Damai dalam interaksi sosialnya, dan berkarakter yang kuat. Sehat, menyehatkan dalam interaksi alamnya dan berperadaban unggul.

Sejalan dengan itu, bonus demografi tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin dengan cara memaksimalkan produktivitas generasi muda.
Anak muda dari generasi sekarang hingga beberapa tahun mendatang harus berupaya memiliki kompetensi, kreativitas, dan inovasi yang tinggi. Sehingga pada momentum satu abad Indonesia kelak (2045), akhirnya Indonesia target menjadi negara maju dapat terwujud secara bertahap. Meski masih 25 tahun lagi menuju Indonesia Emas 2045, namun upaya dan pengelolaan generasi sejak dini tentunya harus dimulai dari sekarang.
Dengan demikian, gagasan Generasi Emas 2045 dapat terealisasi dengan generasi muda yang berkualitas, berdaya saing, dan tentunya mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi.

E. Tantangan Dan Peluang Untuk Mewujudkan Generasi Emas 2045

Dengan tekad yang bulat, Indonesia saat ini sedang menuju impian gemilangnya, yakni menuju “Indonesia Emas 2045”. Visi yang memukau itu bukanlah sekadar khayalan, melainkan sebuah tekad yang tangguh yang tercermin dalam berbagai kebijakan strategis yang digariskan oleh pihak pemerintah. Tidaklah mengherankan, usaha itu dianggap sebagai tonggak penting dalam sejarah negara yang hampir berusia seratus tahun itu. Menatap masa depan, generasi emas 2045 dipandang sebagai pilar utama dalam mengukir perjalanan pembangunan dan kemajuan bangsa. Oleh karena itu, setiap langkah yang diambil saat ini memiliki implikasi yang besar terhadap proses pencapaian cita-cita tersebut. Dalam menghargai peran vital generasi saat ini dalam menentukan masa depan yang cemerlang, maka langkah-langkah untuk mengoptimalkan potensi mereka menjadi fokus utama bagi kita semua, yakni seluruh elemen bangsa ini.

1. Fondasi Penting Terletak di Generasi Masa Kini

Bibit-bibit keunggulan untuk mencapai generasi emas 2045 telah tertanam kuat pada generasi saat ini, yang tengah dihadapkan pada tantangan global dan dinamika internal yang demikian kompleks. Pemerintah mengalihkan fokusnya untuk memberdayakan dan menyiapkan generasi saat ini agar siap menghadapi masa depan yang menantang. Visi Indonesia emas 2045 mencerminkan tekad yang kuat dari Indonesia untuk menapaki jalan menuju kemegahan di masa mendatang. Namun, dibalik ambisi tersebut, terdapat tantangan yang perlu diatasi, termasuk penurunan kualitas pendidikan seperti yang diperlihatkan dalam hasil survei PISA 2022 oleh OECD pada 5 Desember 2023 lalu. Evaluasi OECD melalui PISA berfokus pada tiga aspek kunci : Matematika, Membaca, dan Sains. Oleh karena itu, peran generasi saat ini dalam membangun fondasi yang kokoh, terutama melalui sektor pendidikan, sangatlah vital dalam mewujudkan visi Indonesia emas 2045.

Pendidikan bukanlah hanya sekadar langkah untuk kemajuan, tetapi juga pondasi utama dalam meraih cita-cita Indonesia Emas 2045. Namun, penurunan signifikan dalam prestasi pendidikan Indonesia, seperti yang terlihat dalam hasil survei PISA 2022, hal itu semakin mempertegas, bahwa pentingnya untuk merevitalisasi sistem pendidikan secara gradual.

2. Mengatasi Tantangan Bersama Dengan Mengoptimalkan Bonus Demografi

Selain masalah pendidikan, isu lain yang muncul menjelang persiapan Indonesia emas 2045 adalah jebakan pendapatan menengah atau “middle income trap”. Saat ini Indonesia berada dalam kategori pendapatan menengah. Secara perkapita, ekonomi Indonesia hanya masuk peringkat ke-5 di ASEAN, masih kalah dari Brunei, Malaysia, dan Thailan. Namun, penting untuk dicatat bahwa angka tersebut dapat berfluktuasi dari tahun ke tahun tergantung pada berbagai faktor ekonomi dan kebijakan pemerintah. Strategi optimal dalam memanfaatkan bonus demografi menjadi kunci untuk mengatasi hambatan tersebut. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi prioritas utama dalam mengoptimalkan bonus demografi. Investasi dalam pendidikan dan pelatihan menjadi kunci mempersiapkan generasi emas 2045, dengan keterampilan yang relevan dan sesusi kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang. Dengan demikian, bonus demografi dapat berubah menjadi bonus kualitas, dimana setiap individu memiliki kapasitas maksimal untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi negara. Selain itu, pemerintah saat ini sedang berupaya mengembangkan program-program yang tidak hanya bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga untuk memastikan inklusivitasnya, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan dampak positifnya. Menurut proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS), bahwa jumlah penduduk Indonesia diperkirakan akan mencapai sekitar 319 juta jiwa pada tahun 2045, dengan mayoritas berada dalam rentang usia produktif. Dengan memanfaatkan bonus demografi dengan tepat, Indonesia memiliki potensi besar untuk menggerakkan roda perekonomiannya, menciptakan lapangan kerja yang luas, dan meningkatkan daya beli masyarakat secara keseluruhan.

Kerjasama lintas sektor antara pemerintah, swasta, dan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam mengoptimalkan manfaat bonus demografi itu. Sinergi antara berbagai pihak dapat menciptakan lingkungan yang kondusif untuk inovasi, investasi, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan komitmen yang kuat dan kolaborasi yang harmonis, maka Indonesia akan mampu keluar dari jebakan pendapatan menengah dan kemudian bisa melangkah menuju keberlanjutan ekonomi yang merata bagi seluruh warganya.

3. Kontribusi Semua Pihak, Untuk Mewujudkan Generasi Emas

Melalui kemitraan yang erat dan kuat antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, hal itu harus sama-sama diwujudkan dalam upaya membentuk generasi emas 2045. Melalui program pelatihan yang diselenggarakan yang bisa diserap dan sekaligus bisa diterapkan oleh generasi muda potensial saat ini, maka idealisme generasi emas di tahun 2045, hal itu bisa terwujud.

Dan oleh karena itu, kepada pihak suasta harus terus berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata dalam memaksimalkan kualitas dan potensi individu dari lapisan generasi muda masa kini. Lebih dari itu, berbagai program harus dirancang dengan cermat untuk mempersiapkan generasi-generasi muda dengan keterampilan dan pengetahuan yang relevan dengan tuntutan pasar kerja yang memang terus berkembang. Dengan demikian, diharapkan setiap individu generasi muda akan memiliki kapasitas optimal untuk berkontribusi secara signifikan dalam pembangunan ekonomi dan sosial, sehingga Indonesia dapat terus bergerak maju menuju masa depan yang lebih gemilang.

IV. Bonus Demografi Dan Generasi Emas Pewaris Peradaban

“Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda” (Tan Malaka). Generasi muda merupakan peletak tonggak peradaban sebuah bangsa, khususnya bangsa Indonesia. Hal itu dibuktikan dengan momentum Sumpah Pemuda 28 Oktober tahun 1928. Para pemuda dari seluruh nusantara saat itu dengan segala perbedaan bahasa, suku, dan budaya, berkumpul menyatukan suara dalam satu ikrar, yaitu Sumpah Pemuda.

Oleh karena itu, sepatutnya generasi muda saat ini patut berbangga hati dan merawat warisan bangsa dengan memberikan kontribusi yang nyata untuk mewujudkan negara Indonesia yang maju. Karena, sebagaimana telah dikemukakan di bagian atas, bahwa tahun 2045 mendatang merupakan momentum bersejarah. Indonesia saat itu akan genap berusia 100 tahun. Selain itu, pada tahun 2045 Indonesia akan mendapatkan bonus demografi berupa 70% penduduk usia produktif dan 30% sisanya usia tidak produktif. Oleh karena itu, jika bonus demografi tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin, yakni dengan cara untuk terus memaksimalkan produktivitas generasi muda. Maka posisi Indonesia saat itu (tahun 2045) akan semakin kuat di mata dunia. Namun jika sebaliknya, yskni generasi muda kita saat itu (tahun 2045) tidak mampu mempersiapkan diri dan tidak berdaya saing tinggi di dunia globsl, maka bonus demografi itu, justru akan menjadi bumerang bagi bangsa kita. Karena, generasi emas 2045 merupakan bagian dari sebuah wacana dan gagasan dalam rangka untuk mempersiapkan para generasi muda Indonesia yang lebih berkualitas, berkompeten, dan berdaya saing tinggi di dunia global. Diseminasi gagasan itu hingga saat ini semakin gencar dilakukan untuk menginspirasi generasi muda agar lebih bersemangat dalam konteks belajar dan berkarya di segala bidang. Pada momentum satu abad kelak Indonesia, yakni pada tahun 2045, saat itu Indonesia ditargetkan sudah menjadi negara maju dan sejajar dengan negara adidaya lainnya. Hal itu dapat terwujud jika generasi muda bangsa kita pada saat itu (2045) memiliki kompetensi, kreativitas, dan inovasi yang tinggi.

Bahkan, kemajuan suatu bangsa dapat dilihat dari rasa nasionalisme generasi muda pada bangsanya sendiri, hal itu sebagai bentuk manifestasi identitas dan budaya, termasuk bahasa dan sastra bangsanya.

Namun seiring dengan itu, ternyata pengaruh globalisasi saat ini terus mengikis akar budaya bangsa kita, dan salah satunya adalah kemunduran penggunaan bahasa Indonesia di ruang-ruang publik, seperti penamaan bangunan dan kawasan. Fenomena itu telah  menunjukkan bahwa superioritas bahasa asing terkesan lebih tinggi daripada bahasa Indonesia. Minimnya rasa nasionalisme generasi muda kita saat ini dapat dilihat dari fenomena hedonisme atau kesukaan yang berlebihan terhadap segala sesuatu yang berasal dari luar negeri, baik bahasa, sastra, maupun budaya. Fenomena itu sedikit banyak telah berpengaruh pada proses pergeseran identitas dan budaya generasi muda bangsa kita saat ini.

Di tangan generasi mudalah letak nasib suatu bangsa, termasuk keberlangsungan bahasa dan sastranya. Di tangan merekalah eksistensi nasionalisme itu berada. Tapi, walaupun cerdas dan berjiwa kompetitif, kreatif, dan inovatif, jika tidak mempunyai rasa nasionalisme terhadap bangsanya, maka generasi muda kita akan kehilangan identitas dan akar budayanya. Hilangnya identitas dan budaya bangsa akan berpengaruh pula pada eksistensi Indonesia di kancah internasional hingga lambat laun akan tergerus oleh budaya asing. Oleh karena itu, maka duta bahasa merupakan wadah untuk membina generasi muda agar senantiasa melindungi bahasa dan sastra yang seyogianya menjadi wujud nyata identitas dan budaya bangsa. Bahkan, bangsa Indonesia mempunyai beragam bahasa, suku, dan budaya, hingga disatukan oleh bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia. Generasi muda saat ini, memang secara fisik tidak lagi berjuang untuk melawan kolonialisme, tetapi terus berjuang untuk memelihara dan mempertahankan keutuhan dan kedaulatan bangsa (NKRI). Maka Duta Bahasa di bawah koordinasi Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa agar terus berupaya untuk mengampanyekan Trigatra Bangun Bahasa, utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing, yang merupakan sebuah gagasan sebagai bentuk respons dan tanggapan dari permasalahan bahasa dan sastra di Indonesia. Hal itu perlu dilakukan agar bahasa Indonesia tetap dijunjung tinggi dan diutamakan oleh seluruh rakyat bangsa ini. Sementara vitalitas dan kelestarian bahasa daerah agar terus terjaga, dan bahasa asing tetap dapat dipelajari agar generasi muda kita, baik kini maupun dimasa yang akan datang mampu bersaing di kancah internasional.

Dengan kata lain, bahwa keberadaan generasi emas di 2045 nanti, hal itu tentunya dapat diwujudkan dengan terus mempersiapkan generasi muda yang berkualitas, berdaya saing, dan mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi. Bahkan, seiring mempersiapkan diri generasi muda yang kualitas, yakni menyongsong terjudnya gagasan generasi emat 2045, maka rasa nasionalisme generasi muda saat ini, terutama melalui literasi bahasa dan sastra bangsa ini, hal itu harus terus diinternalisasikan pada generasi bangsa ini. Oleh karena itu, mari bersama-sama untuk wujudkan generasi emas 2045, yaitu melalui “Trigatra Bangun Bahasa” untuk Indonesia yang lebih maju dan sejahtera dan bisa berkompetitif di kancah global.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top