Featured

MEMBANGUN CITRA GURU POSITIF MELALUI PRIBADI UNGGUL EFEKTIF

  Oleh : Unsa Maulana, S,Pd., M.Pd. ; H. Lukman Hakim, S.Pd., M.I.Kom. Staf Pengajar Universitas Terbuka dan SMAN 6 Kabupaten Tangerang Banten   Semua orang mengakui, guru memegang kunci utama sukses tidaknya pembelajaran di sekolah. Dulu prilaku guru bagaikan  mega bintang yang akan menjadi idola siswanya dan masyarakat di sekitarnya dalam berbagai hal. Guru […]

Indonesia

Workshop Pendidikan di SMPN 27 Kota Serang: Penguatan Guru Profesional dan Implementasi Kebijakan Pendidikan Karakter

(icmibanten.or.id) – Serang, 31 Januari 2025 – SMPN 27 Kota Serang menggelar Workshop Pendidikan dengan tema “Implementasi Kebijakan Terbaru Kemendikdasmen Tentang Penguatan Pendidikan Karakter” di aula sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi guru dalam menerapkan kebijakan terbaru yang berfokus pada penguatan pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Workshop ini menghadirkan Kasie GTK Dinas Pendidikan Kota Serang,

Featured

Pendidikan Anti Korupsi sejak Dini

Oleh: Lukman Hakim*   Korupsi di Indonesia bersifat sistematik dan mempunyai rekam jejak yang sangat panjang, bahkan lebih panjang dari sejarah terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia itu sendiri. Tahun 1970, Bung Hatta dalam kapasitasnya sebagai penasihat Presiden berkata bahwa korupsi sudah “membudaya” di Indonesia. Jauh sebelum itu, sejak penjajahan Belanda, korupsi sudah merajalela. VOC, kongsi

Featured

Catatan Harian Ahmad Wahib, Buku Pergolakan Pemikiran Islam Dan Orang-Orang Yang Tercerahkan (Rausanfikr)

Oleh : Adung Abdul Haris I. Pendahuluan Orang-orang yang tercerahkan atau kaum “Rausanfikr”, pada realitanya memang mempunyai tanggungjawab yang besar yaitu untuk mencari sebab-sebab yang sesungguhnya dari keterbelakangan masyarakatnya dan menemukan penyebab sebenarnya dari kemandekan, kejumudan (kebobrokan) rakyat dalam lingkungannya. Bahkan, orang-orang yang tercerahkan itu harus mendidik masyarakatnya yang masih terbelakang itu (bodoh) dan masih

Featured

Media Sosial Dan Otentisitas Diri

Oleh : Adung Abdul Haris I. Pendahuluan Pada tulisan kali ini, saya mencoba untuk mengangkat sebuah judul “Otentisitas Manusia di Media Sosial Dalam Perspektif Filsuf Martin Heidegger”. Bahkan, tulisan kali ini juga dilatar-belakangi oleh analisis penulis, yakni ketika terus mencermati keseharian manusia di media sosial yang memberi makna tersendiri bagi dirinya (para netizen dan para

Featured

Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023: Regulasi Tentang Pencegahan dan Penanganan Tindak Kekerasan di Satuan Pendidikan Indonesia

Oleh: Lukman Hakim, S.Pd., M.I.Kom. Koordinator TPPK SP SMAN 6 Kab. Tangerang, Penyuluh Antikorupsi Tangerang dan ForPAK Banten Implementasi TPPK-SP di Sekolah Indonesia Implementasi TPPK-SP (Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan) di sekolah-sekolah di Indonesia, meskipun sudah dimulai, masih menghadapi beberapa tantangan. Beberapa sekolah belum sepenuhnya memahami dan menjalankan tugas tim ini secara

Featured

Regulasi Kekerasan di Sekolah: Tantangan dan Solusi untuk Lingkungan Pendidikan yang Aman

Oleh : H. Lukman Hakim, S.Pd., M.I.Kom. Koord. Tim TPPK SMN 6 Kab. Tangerang-Banten Kekerasan di sekolah merupakan salah satu isu serius yang harus mendapatkan perhatian lebih dari semua pihak terkait, baik itu pihak sekolah, pemerintah, maupun masyarakat luas. Kekerasan dalam konteks ini tidak hanya mencakup tindakan fisik seperti perundungan (bullying) atau pemukulan, tetapi juga

Featured

Budaya Literasi, Cinta Dan Peradaban Manusia

Oleh : Adung Abdul Haris I. Pendahuluan Secara etimologis (bahasa), bahwa literasi yang dalam bahasa Inggrisnya disebut “literacy”, yang memiliki makna keberaksaraan atau kemampuan membaca dan menulis (the ability to read and write). Sementara dalam bahasa Latin disebut, “literatus”, yang berarti “a learned person” (orang yang belajar). Sedangkan dalam bahasa Yunani, juga dikenal dengan istilah

Featured

Menjadi Atheis Adalah Pilihan

Ocit Abdurrosyid Siddiq Beredar kabar di media sosial, ada seseorang yang diwawancara oleh reporter sebuah televisi swasta lokal, yang mengaku memilih untuk atheis. Sederhananya, atheis merupakan sikap seseorang untuk tidak memercayai perkara gaib, termasuk tidak memercayai keberadaan Tuhan. Pengakuan itu menuai polemik. Muncul beragam tanggapan. Pada umumnya, tanggapan itu bernada menyalahkan yang bersangkutan. Termasuk vonis

Featured

Absurditas Isra Miraj

Ocit Abdurrosyid Siddiq “Apakah Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu tahu, berapa lama Rosulullah SAW melaksanakan Isra dan Miraj? Dari Masjid Haram ke Masjid Aqso. Lalu diteruskan dari Masjid Aqso ke Sidratil Muntaha di langit ketujuh. Lalu turun lagi ke Aqso. Kemudian lanjut ke Harom. Dan pulang ke rumahnya?”. Demikian pertanyaan sang penceramah asal Sukabumi ini, yang menjadi

Scroll to Top